Teknik Passing Sepak Bola –  Menjadi juara adalah adalah cita-cita setiap klub sepak bola di muka bumi. Setiap klub berlomba-lomba menyiapkan strategi terbaiknya untuk bisa saling mengalahkan satu sama lain. Strategi tersebut dilatih dan disiapkan berkali-kali bahkan hingga hitungan tahun. Dari ciri khas permainan tersebutlah lahir sebuah filosofi sepak bola.

Filosofi sepak bola adalah gaya bermain yang menjadi fundamental bagi setiap klub yang memainkannya. Di antara filosofi yang paling terkenal adalah Tiki Taka. Tiki taka adalah permainan yang memainkan teknik passing sepak bola jarak pendek dan pergerakan yang dinamis.

Tiki taka pada era 2010-an adalah digunakan oleh Barcelona dan tim nasional Spanyol. Kedua tim tersebut pada jamannya menjadi raksasa yang berhasil memenang berbagai gelar prestisius.


Sejarah Teknik Passing Sepak Bola Tiki-Taka

Istilah Tiki Taka pertama kali populer setelah Barcelona memainkan sebuah filosofi sepak bola yang sangat Indah di bawah asuhan Pep Guardiola. Pep Guardiola adalah mantan pemain Barcelona yang saat itu ditunjuk menjadi pelatih utama Barcelona pada tahun 2008 hingga 2012.

Tiki Taka yang digunakan oleh Barcelona saat itu mampu membuat Barcelona menjadi Raksasa eropa dengan menjadi juara UEFA Champions League dua kali dalam empat musim. Bahkan pada tahun 2009 Barcelona menjadi tim yang berhasil memenangkan 6 gelar sekaligus dalam satu tahun kalender, pencapaian yang sangat sulit untuk di dapat oleh klub mana pun di dunia.

Baca Juga: Toni Kroos dan Sepatu Jadul yang Ia Pakai dari 2013

Di balik kesuksesan Pep Guardiola dalam menukangi Barcelona dengan filosofi Tiki-Taka, sebenarnya ia bukanlah pelatih yang menemukan filosofi tersebut. Guardiola menyempurnakan adalah orang yang menyempurnakan Tiki-Taka dari filosofi yang sudah ada sebelumnya.

Cikal bakal Tiki-Taka sebenarnya sudah ada dari pelatih-pelatih Barcelona sebelum era Pep Guardiola. Guardiola menyempurnakan Tiki-Taka dari Frank Rijkard, pelatih Barcelona dari tahun 2003 hingga 2008. Frank Rijkard sendiri pun bukanlah orang yang pertama kali merumuskan filosofi tersebut. Rijkard mengadaptasi dari permainan Total Footbal racikan Johan Cruyff.

Jika ditarik secara terus menerus, Johan Cruyfflah ujung muara Tiki-Taka berasal, hanya saja saat itu istilah Tiki-Taka belum digunakan. Johan Cryuff merumuskan sebuah filosofi yang akhirnya filose tersebut digunakan sebagai taktik di akademi klub Barcelona yaitu La Masia.

Cara Memainkan Teknik Passing Sepak Bola

Tiki-Taka adalah filosofi bermain sepak bola dengan mengandalkan teknik atau jenis passing sepak bola dengan jarak pendek dari satu pemain ke pemain lainnya. Tujuannya memancing lawan agar bergerak mengejar bola sehingga meninggalkan ruang kosong di pos pertahanannya.

Ruang kosong tersebutlah yang akhirnya akan dieksploitasi oleh tim yang memainkan filosofi Tiki-Taka. Satu saja pemain lawan yang terpancing meninggalkan pos pertahanannya sudah cukup untuk membuat pertahanan klub tersebut menjadi pincang.

Dengan menggunakan taktik ini pula lawan akan mudah kehabisan energi. Pemain yang terpancing dan tidak bisa merebut bola staminanya akan terkuras. Ketika stamina pemain tersebut telah berkurang, maka akan mudah untuk dilewati.

Dengan memanfaatkan umpan-umpan pendek, pemain juga tidak memerlukan fisik yang tinggi dan besar. Terbukti pemain-pemain yang sukses bermain pada filosofi ini tidak memiliki fisik yang tinggi dan besar seperti gelandang-gelandang pada tim nasional Spanyol dan Barcelona di era 2000-an hingga 2010-an.

Seorang pemain sepak bola harus memiliki kecerdasan dalam memahami dan membaca situasi pertandingan sepak bola dalam taktik Tiki-Taka. Pemain harus mampu melihat di mana posisi pemain yang luput dari penjagaan lawan, selain itu pemain juga harus mampu mengatur tempo permainan kapan harus bermain dengan cepat dan kapan harus menurunkan intensitas permainan.

Antitesis Teknik Passing Sepak Bola

Tantangan bagi tim yang bermain dengan filosofi Tiki-Taka ini adalah ketika lawan bermain dengan low block atau bermain dengan garis pertahanan yang rendah. Contoh pelatih yang sering kali memainkan taktik low block adalah Jose Mourinho.

Tim yang bermain low block di instruksikan untuk tidak terpancing oleh gaya permainan Tiki-Taka. Mereka membiarkan lawan menguasai penguasaan bola dan hanya menunggu di garis pertahanan mereka.

Baca Juga: 10 Gelandang Serang Terbaik 2021

Dengan permainan yang low block memaksa tim yang bermain dengan filosofi Tiki-Taka untuk melakukan beberapa skills individu dengan menerobos masuk garis pertahanan lawan. Tentu dengan cara itu akan memiliki risiko kehilangan bola. Ketika bola telah hilang dari penguasaan tersebutlah yang seringkali menjadi senjata lawan untuk melakukan serangan balik dengan cepat.

Pemain yang Berkontribusi Dalam Tiki Taka Barcelona

Teknik Passing Sepak Bola Tiki Taka
Source : Xavi

1. Xavi Hernandez

Tak ada yang meragukan bahwa Xavi Hernandez adalah salah satu gelandang terbaik di dunia yang pernah ada. Kemampuannya menjadi jendral di lini tengah adalah kunci kesuksesan yang diraih Barcelona dan tim nasional Spanyol di era 2000-an hingga 2010-an.

Xavi bukanlah pemain yang memiliki fisik yang mumpuni. Tingginya hanya 170 cm, dalam segi kecepatan ia juga tidak memiliki kelebihan daripada pemain lain, namun siapa sangka ternyata kecerdasan adalah kunci bagi Xavi menjadi salah satu gelandang terbaik yang pernah ada.

Xavi memiliki visi bermain yang sangat bagus. Ia tau bagaimana mengatur tempo permainan, kapan harus bermain cepat dan kapan harus menurunkan intensitas permainan. Ia memiliki teknik passing sepak bola dengan akurasi yang tinggi. Passing bawah sepak bola ala Xavi dapat memanjakan striker untuk mencetak gol dengan lebih mudah.

2. Andres Iniesta

Ia adalah sosok partner dari Xavi Hernandez di lini tengah, bedanya Iniesta bermain sedikit lebih ke depan sebagai seorang gelandang serang. Iniesta adalah pemain yang mencetak gol bagi tim nasional Spanyol pada partai final piala dunia 2010.

Iniesta memiliki juga visi bermain yang sangat brilian. Pergerakannya di lapangan sering membuat pemain bertahan lawan kewalahan dalam mengawalnya. Ia memiliki teknik dasar passing sepak bola jarak jauh dan jarak pendek sama baiknya.

Iniesta dan Xavi sering berkolaborasi memainkan passing-passing pendek satu sama lain untuk memecah pertahanan lawan. Sama seperti Xavi, Iniesta memiliki tinggi badan 170 cm. Dengan tinggi badan yang di bawah rata-rata tersebut tak menjadi penghalang bagi mereka untuk menjadi duet gelandang terbaik yang pernah ada sepanjang sejarah sepak bola.

3. Lionel Messi

Pemain berkebangsaan Argentina ini bisa merupakan salah satu talenta sepak bola terbaik yang pernah lahir di dunia. Meski berkebangsaan Argentina, ia besar di Spanyol dan merupakan jebolan dari akademi Barcelona, La Masia.

Uniknya Messi, Xavi dan Iniesta sama-sama memiliki tinggi badan 170 cm. JIka Xavi dan Iniesta adalah sosok kunci di lapangan tengah, Messi adalah sosok eksekutor atau penyelesai akhir dari skema tiki-taka Barcelona.

Messi merupakan pemain yang paling banyak mencetak gol bagi Barcelona sepanjang masa. Bersama Barcelona ia telah memenangkan semua gelar. Messi menyumbangkan dua kali treble winners bagi Barcelona.

Berkat kontribusinya tersebut bagi Barcelona, Messi berhasil mendapatkan gelar 6x ballon d’or atau pemain terbaik di dunia. Itu merupakan raihan ballon d’or terbanyak yang pernah pesepak bola capai.

Baca Juga: 7 Alasan Haaland Akan Jadi Striker Terbaik di Dunia


Demikianlah ulasan tentang taktik Tiki-Taka. Ikuti terus konten-konten menarik lainnya seputar olahraga dan komunitas hanya di Teamplex. Pastikan kalian follow seluruh akun media sosial Teamplex untuk mendapatkan update-update berikutnya. Salam Olahraga!

Kategori: Sepakbola

0 Komentar

Tinggalkan Balasan