MU vs Liverpool merupakan rivalitas terbesar dalam dunia sepak bola di Inggris hingga saat ini. Manchester United dan Liverpool adalah dua klub yang paling berprestasi di sepak bola Inggris. Pertemuan kedua tim ini selalu menjadi laga yang menarik untuk menjadi tontonan.

Kedua klub ini tidak hanya memiliki rivalitas ketika di atas lapangan hijau, tetapi juga di luar lapangan. Penduduk kota Manchester dan Liverpool sudah sejak lama memiliki kedendaman atau kebencian satu sama lain. Perseteruan mereka disebabkan banyak faktor, seperti faktor ekonomi dan politik.

Perseteruan tersebut terseret hingga era sepak bola mendunia. Kedua klub ini silih berganti menguasai persepakbolaan Inggris. Ketika mereka sedang di atas angina, tak jarang ejekan dan cacian terlontar dari masing-masing fans maupun pemain itu sendiri. Apa yang menyebabkan rivalitas keduanya begitu besar? Di antara kedua klub tersebut siapa yang lebih dominan?


Awal Mula Rivalitas MU vs Liverpool

Pelabuhan liverpool vs MU
Pelabuhan Liverpool

Manchester dan Liverpool merupakan dua kota besar yang berada di Inggris. Lokasi mereka sama-sama berada di barat laut Inggris, maka dari itu pertandingan antara Manchester United vs Liverpool memiliki julukan North-West Derby.

Jauh sebelum sepak bola dipertandingkan secara resmi, kota Manchester dan Liverpool sudah berinteraksi sejak lama. Pada awalnya hubungan kedua kota ini berjalan dengan damai. Manchester merupakan salah satu kota Industri termaju di Inggris, terutama setelah adanya era revolusi Industri secara besar-besaran di Inggris. Sedangkan Liverpool adalah kota pelabuhan, jalur distribusi ekonomi maupun bisnis di daerah barat laut Inggris.

Hubungan kedua kota tersebut berjalan dengan damai hingga penduduk Manchester merasa terbebani oleh biaya pelabuhan Liverpool. Penduduk Manchester pada saat itu harus bergantung pada pelabuhan di kota Liverpool untuk mendistribusikan hasil industri di kota Manchester.

Akhirnya penduduk kota Manchester memutuskan untuk membuat kanal sendiri tanpa melewati pelabuhan di kota Liverpool untuk mendistribusikan produk mereka ke seluruh dunia. Hal tersebut tentu membuat penduduk Liverpool menjadi geram akibat pembuatan kanal tersebut. Pendapatan kota Liverpool yang bergantung pada pelabuhan akhirnya turun drastis setelah setelah kota Manchester tidak menggunakan pelabuhan mereka lagi.

Sejak saat itu hubungan penduduk kota Manchester dan Liverpool menjadi memanas. Hubungan keduanya terus merembet hingga ke dunia sepak bola. Hal tersebut yang membuat pertandingan antara Manchester United vs Liverpool dan masing-masing menjadikan rivalnya sebagai musuh bebuyutan hingga saat ini.

Baca juga: Tips Atasi Cidera ACL, Cidera yang Banyak Hancurkan Karir Atlet

Rivalitas Sepak Bola MU vs Liverpool

Kejayaan Manchester United dan Liverpool ibaratkan roda yang berputar. Kedua tim memiliki era kejayaan masing-masing. Ada masa di mana MU unggul, ada juga masa di mana Liverpool yang Unggul.

Di era 40-an sampai 50-an adalah awal Manchester United menjadi klub raksasa di Inggris. Sir Matt Busby yang merupakan manajer MU saat itu membawa MU menjadi klub asal Inggris pertama yang menjuarai Champions League. Ironisnya Matt Busby sebelum memasuki dunia kepelatihan ia pernah ditawari untuk menjadi manajer di Liverpool, namun ia menolaknya dan lebih memilih Manchester United.

Di era 60-an hingga 80-an giliran Liverpool yang menjadi Raksasa di persepakbolaan Inggris. Di era ini Liverpool bahkan melampaui catatan-catatan impresif MU pada masa Sir Matt Busby. Liverpool menjadi klub dengan raihan trofi liga dan Champions League terbanyak pada saat itu.

Rivalitas MU vs Liverpool Di Era Sir Alex Ferguson

Selama era 60an hingga 80an Manchester United secara tragis kalah dalam segala sisi oleh Liverpool. Saat itu Liverpool menjadi klub tersukses di Inggris dengan raihan trofi terbanyak daripada klub-klub sepak bola lainnya asal Inggris.

Namun semua kejayaan Liverpool sirna setelah kedatangan manajer baru Manchester United asal Skotlandia yaitu Alex Ferguson pada tahun 1986. Sebenarnya saat Alex Ferguson datang pertama kali untuk Manchester United, ia masih kesulitan untuk membendung kedigdayaan Liverpool pada saat itu. Ferguson bahkan nyaris dipecat setelah gagal memberikan trofi dalam kurun waktu 4 tahun.

Mimpi buruk Liverpool terwujud saat akhirnya Ferguson menemukan formula terbaiknya untuk mengembalikan kejayaan Manchester United. Di mulai pada tahun 1990 Manchester United memenangkan gelar pertamanya di era Ferguson dengan memenangi Piala FA.

Dua tahun berselang, tepat dengan bergantinya format liga sepak bola Inggris ke format English Premier League pada tahun 1992 lahirlah generasi emas dari akademi Manchester United yang dikenal dengan nama class of 92. Pemain-pemain muda tersebut tumbuh besar dengan filosofi yang ditanamkan oleh Ferguson.

mu vs liverpool class of 92
Class of 92 Manchester United

Sejak saat itu Manchester United menjadi raja di persepakbolaan Inggris. Selama hampir 30 tahun Ferguson mengabdi di Manchester United ia berhasil menyumbangkan 13 trofi English Premier League sekaligus membuat MU menjadi klub dengan raih trofi liga terbanyak (20 trofi) menyalip perolehan juara liga Liverpool (18 trofi). Ironisnya sejak era English Premier League hingga Ferguson pensiun, Liverpool tidak pernah menjuarai liga satu kalipun.

Puncak kejayaan Ferguson bersama Manchester United berada di tahun 1998. Saat itu ia membawa Manchester United menjadi klub Inggris pertama dan satu-satunya yang memenangkan treble winners (menjuarai EPL, FA Cup dan UEFA Champions League dalam satu musim) usai menjuarai UEFA Champions league secara dramatis dengan kemenangan comeback di menit-menit akhir pertandingan melawan Bayern Munich. Atas prestasinya tersebut Ferguson mendapatkan gelar “Sir” yang merupakan gelar kehormatan di Britania Raya.

Baca juga: 8 Pencetak Gol Terbanyak Bagi Negara Yang Masih Aktif Bermain

Manchester United Pasca Sir Alex Ferguson Pensiun

Manchester United yang sebelumnya begitu dominan di persepakbolaan Inggris di era Sir Alex Ferguson secara mengejutkan harus terseok-seok setelah Sir Alex Ferguson pensiun di tahun 2013. MU seakan kehilangan jati dirinya sebagai klub raksasa pasca pensiunnya Ferguson.

Lambatnya regenerasi pemain dan banyaknya pembelian atau transfer pemain yang gagal menjadi faktor terombang ambingnya penampilan MU. MU bahkan beberapa kali harus terdepak dari 4 besar EPL sehingga tidak masuk zona kualifikasi UEFA Champions League.

Prestasi terbaik MU pasca pensiunnya Ferguson adalah di tahun 2017 dan 2018. Di tahun 2017 MU berhasil memenangkan ”mini treble winners”  dengan memenangkan FA Community Shield, Carabao Cup, dan UEFA Europa League. Sementara di 2018 MU menduduki peringkat ke 2 EPL setelah gagal menyalip Manchester City yang menjadi juara saat itu.

mu vs liverpool ole gunnar solksjaer
Ole Gunnar Solksjaer

Setelah berganti manajer berkali-kali, kini MU menunjuk Ole Gunnar Solskjaer sebagai manajer mereka. Ole merupakan mantan pemain Manchester United di era Ferguson. Ia dipercaya sebagai sosok yang mampu mengembalikan kejayaan Manchester United karena ia adalah orang yang paham jati diri MU yang sebenarnya.

Di era Ole, MU mengalami peningkatan. Meski belum menghasilkan gelar apapun, Ole berhasil memangkas pemain-pemain dan sistem-sistem yang menjadi penyebab terhambatnya prestasi MU. Di musim keduanya Ole berhasil membawa MU ke 3 kali partai semifinal, namun sayangnya di ketiga partai tersebut MU harus tumbang.

Liverpool Pasca Pensiunnya Sir Alex Ferguson

MU vs Liverpool Jurgen Klopp
Jurgen Klopp

Pensiunnya Ferguson merupakan kabar yang indah bagi seluruh fans Liverpool di seluruh dunia. Bagaimana tidak, ia adalah sosok yang membuat MU, rival abadi Liverpool berhasil menjadi klub dengan raihan trofi terbanyak di Inggris saat itu.

Setelah Ferguson pensiun performa Liverpool masih belum bisa konsisten. Performanya yang naik turun menjadi faktor utama mandeknya prestasi Liverpool. Hingga pada akhirnya Liverpool menunjuk Jurgen Klopp sebagai manajer mereka.

Klopp secara perlahan membenahi segala permasalahan yang ada di Liverpool. Usahanya baru berbuah manis setelah tahun ke empatnya bersama Liverpool. Meski sempat gagal memenangi UEFA Champions League setelah kalah dari Real Madrid di partai final, musim depannya akhirnya Liverpool kembali menjuarai UEFA Champions League setelah mengalahkan Tottenham Hotspurs.

Pada tahun 2020 Liverpool akhirnya mengakhiri penantian panjang mereka untuk menjuarai English Premier League untuk pertama kalinya. Klopp berhasil membawa Liverpool menjadi klub yang menakutkan di era akhir 2020. Sayangnya di tahun 2021 Liverpool kini kembali terseok-seok di EPL dan terdepak dari berbagai turnamen yang mereka ikuti.

Baca juga: 12 Pemain yang Layak Dapatkan Ballon Dor Jika Tak Ada Ronaldo & Messi


Demikianlah ulasan tentang rivalitas antara Manchester United dan Liverpool. Ikuti terus konten-konten menarik lainnya seputar olahraga dan komunitas hanya di Teamplex. follow seluruh akun media sosial Teamplex untuk mendapatkan update-update berikutnya. Salam Olahraga!

Kategori: Sepakbola

0 Komentar

Tinggalkan Balasan